Pengenalan Komposisi dan Tekstur Batuan Beku


Pengenalan Batuan Beku 
Dalam pengamatan/deskripsi batuan beku, hal-hal yang harus diperhatikan antara lain warna batuan, komposisi mineral, tekstur dan struktur batuan. 

Warna Batuan 
Warna batuan beku berkaitan erat dengan komposisi mineral penyusunnya. Mineral penyusun batuan dipengaruhi oleh komposisi magma asalnya, sehingga dari warna dapat diketahui jenis magma pembentuknya, kecuali untuk batuan yang bertekstur gelasan.

  • Batuan beku yang berwarna cerah, umumnya adalah batuan beku asam yang tersusun oleh mineral-mineral felsik 
  • Batuan beku yang berwarna gelap-hitam, umumnya adalah batuan beku intermedier yang tersusun oleh mineral-mineral felsik dan mineral mafik hampir sama banyak
  • Batuan beku yang berwarna hitam kehijauan, umumnya adalah batuan beku basa yang tersusun oleh mineral-mineral mafik
  • Batuan beku yang berwarna hijau kelam dan biasanya monomineralik, umumnya adalah batuan beku ultrabasa yang tersusun oleh hampir seluruhnya mineral-mineral mafik.


Komposisi Mineral 
Komposisi mineral mencerminkan informasi tentang magma asal batuan tersebut dan posisi tektonik (berhubungan struktur kerak bumi dan mantel) tempat kejadian magma tersebut. Mineral pembentuk batuan dapat dibagi atas 3 kelompok yaitu:

  • Mineral utama (essential minerals): mineral yang terbentuk dari kristalisasi magma, yang biasanya hadir dalam jumlah yang cukup banyak dan menentukan nama/sifat batuan. Contoh: mineral-mineral Seri Bowen (olivin, piroksen, hornblenda, biotit, plagioklas, k-felspar, muskovit, kuarsa) dan felspathoid.
  • Mineral tambahan (accessory minerals): mineral yang terbentuk dari kristalisasi magma, tetapi kehadirannya relatif sedikit (< 5%), dan tidak menentukan nama/sifat batuan. Contoh: apatit, zirkon, magnetit, hematit, rutil, dll.
  • Mineral sekunder (secondary minerals): mineral hasil ubahan dari mineral-mineral primer karena pelapukan, alterasi hidrotermal atau metamorfosa. Contoh: klorit, epidot, serisit, kaolin, aktinolit, garnet, dll.

Tekstur 
Tekstur adalah kenampakan dari batuan (ukuran, bentuk dan hubungan keteraturan mineral dalam batuan) yang dapat merefleksikan sejarah pembentukan dan keterdapatannya.  Pengamatan tekstur batuan beku meliputi:

a. Derajat Kristalisasi
Derajat kristalisasi batuan beku tergantung dari proses pembekuan magma. Pada pembekuan magma yang berlangsung lambat maka akan terbentuk kristal-kristal yang berukuran kasar-sedang, bila berlangsung cepat akan terbentuk kristal-kristal yang berukuran halus, dan bila berlangsung sangat cepat akan terbentuk gelas. Derajat kristalisasi batuan beku dapat dibagi menjadi 3 yaitu:

  • Holokristalin: batuan beku terdiri dari kristal seluruhnya
  • Hipokristalin: batuan beku terdiri dari sebagian kristal dan sebagian gelas
  • Holohyalin: batuan beku terdiri dari gelas seluruhnya

b. Granulitas/Besar butir
Granulitas/besar butir batuan beku dapat dibagi menjadi 3 yaitu:
Fanerik: kristal-kristalnya dapat dilihat dengan mata biasa Ukuran butir/kristal untuk batuan bertekstur fanerik dapat dibagi menjadi 4 yaitu:

  • Halus: besar butir < 1 mm
  • Sedang: besar butir 1 mm - 5 mm
  • Kasar: besar butir 5 mm – 30 mm
  • Sangat kasar: besar butir > 30 mm

Afanitik: kristal-kristalnya sangat halus, tidak dapat dilihat dengan mata biasa, hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Jika batuan bertekstur porfiritik maka ukuran fenokris dan masa dasar dipisahkan.
Gelasan (glassy): batuan beku semuanya tersusun oleh gelas.

c. Kemas/fabric
Kemas/fabric batuan beku dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
Equigranular: ukuran besar butir/kristal relatif sama
Inequigranular: ukuran besar butir/kristal tidak sama Khusus untuk inequigranular dapat dibedakan menjadi 2 tekstur yaitu:

  • Porfiritik: kristal-kristal yang lebih besar (fenokris) tertanam dalam masa dasar (matriks) kristal yang lebih halus.
  • Vitrofirik: kristal-kristal yang lebih besar (fenokris) tertanam dalam masa dasar (matriks)  gelas/amorf. 

d. Bentuk Kristal
Bentuk kristal memberikan gambaran mengenai proses kristalisasi mineral-mineral pembentuk batuan beku. Bentuk kristal dan tekstur batuan beku berdasarkan kesempurnaan bentuk kristalnya dapat dilihat gambar 4, 5 dan 6.

Bentuk kristal/mineral (untuk batuan beku berbutir sedang-kasar)
Bentuk Kristal:

  • Euhedral: Tekstur Panidiomorfik granular. Sebagian kristal mempunyai batas sempurna (euhedral) dan berukuran butir sama
  • Subhedral: Tekstur Hypidiomorfik Granular. Batas kristal peralihan antara sempurna dan tidak beraturan (subhedral) dan berukuran butir sama
  • Anhedral: Tekstur Allotrimorfik Granular. Batas kristal tak beraturan (anhedral) dan berukuran butir sama

Gambar 4. Bentuk-bentuk kristal/mineral: 
(a) euhedral, (b) subhedral, (c) anhedral.  

Gambar 5. Beberapa contoh tekstur pada batuan fanerik:
a. hipidiomorfik granular, b. alotriomorfik granular, c. porfiritik. 
 
Gambar 6. Beberapa tekstur khusus batuan beku.

Previous
Next Post »
Thanks for your comment