Atmosfer, Hidrosfer, dan Biosfer


Atmosfer berasal dari bahasa Yunani "Atmos“ yang berarti uap air atau gas dan "Sphaira“ yang berarti selimut. Sehingga atmosfer bisa diartikan lapisan gas yang menyelimuti sebuah planet. Atmosfer bumi dari permukaan bumi sampai jauh ke luar angkasa memiliki ketebalan kurang lebih 560 km dan bermassa 5.15×1018 kg.

Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi. Penyusun utama atmosfer berdasarkan volumenya adalah Nitrogen (78,084%), Oksigen (20,946%), Argon (0,934%), Karbon Dioksida (0,0397%), Helium (0,000524%), dan Metana (0,000179%).

Atmosfer memiliki lima lapisan utama, jika diurutkan berdasarkan lapisan paling rendah dimulai dari Troposfer (0-12 km), pada lapisan ini adalah tempat terjadinya cuaca dan iklim serta awan dan angin. Lapisan berikutnya adalah Stratosfer (12-50 km), pada lapisan ini terdapat lapisan ozon yang berfungsi mencegah radiasi ultraviolet yang masuk ke permukaan bumi sebab dapat berbahaya untuk kulit manusia. 

Diatasnya ada lapisan Mesosfer (50-80 km), lapisan ini adalah lapisan dengan suhu paling rendah di Bumi yakni sekitar (-85°C) selain itu terdapat awan yang paling tinggi di atmosfer. Selain itu dilapisan ini banyak meteor terbakar habis sehingga tidak sampai ke permukaan Bumi. Selanjutnya adalah lapisan Termosfer (80-700 km), pada lapisan ini terdapat Ionosfer yakni tempat terjadinya Aurora juga terdapat International Space Station (ISS). Eksosfer adalah lapisan bumi yang terletak paling luar. Pada lapisan ini terdapat refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga dikenal sebagai cahaya Zodiakal.

Hidrosfer berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua suku kata, yakni “Hydro” yang berarti air dan “Sphaira” yang berarti lapisan. Jadi, hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi, baik yang berbentuk cair, padat maupun yang berbentuk gas. Komposisi air yang ada di Bumi terdiri dari 2 komponen utama yakni air laut (97.5%) dan air tawar (2.5%). Dari air tawar tersebut, 68.7% adalah es, salju, dan gletser. 29.9% adalah air bawah tanah. Dan hanya 0.26% air tawar yang didapatkan dari permukaan. Massa hidrosfer yang ada di bumi sekitar 1.4 × 10^18 ton.

Siklus hidrologi adalah proses sirkulasi air yang dimulai dari tubuh air, ke atmosfer, kemudian ke tanah dan kembali lagi berulang. Air dari permukaan tubuh air (laut, sungai, danau, rawa, waduk, dan air bawah tanah) mengalami penguapan ke atmosfer sebagai akibat penyinaran matahari. Uap air pada ketinggian tertentu mengalami kondensasi dan membentuk awan. Selanjutnya, awan yang terdorong angin menyebabkan terjadinya hujan. Hujan yang jatuh ke permukaan tanah sebagian mengalir sebagai aliran permukaan (run-off) dan meresap ke dalam tanah dan menjadi air tanah. Aliran permukaan (run-off) mengalir ke tempat yang rendah dan selanjutnya kembali lagi ke laut, sedangkan air tanah mengalir secara perlahan-lahan dalam lapisan batu pasir (akuifier), kemudian di permukaan bumi yang rendah bisa muncul sebagai mata air dan dapat pula mengalir dalam lapisan batu pasir dalam tanah langsung ke laut. 

Proses sirkulasi air ini kemudian kembali lagi berulang. Unsur yang terjadi dalam siklus hidrologi adalah Evaporasi (penguapan dari air), Transpirasi (penguapan dari tumbuhan), Kondensasi (pendinginan), Presipitasi (hujan), Run-off (Aliran permukaan), dan Infiltrasi (hujan yang meresap ke tanah).

Biosfer merupakan suatu sistem ekologis global yang menyatukan semua makhluk hidup termasuk hubungan antara mereka seperti interaksi dengan unsur litosfer, hidrosfer maupun atmosfer bumi. Sampai saat ini bumi merupakan satu-satunya tempat yang diketahui dapat mendukung unsur kehidupan atau dapat ditinggali oleh makhluk hidup. 

Setiap makhluk hidup mempunyai tempat masing-masing pada biosfer untuk kelangsungan hidupnya dengan caranya masing-masing. Biosfer tersusun dari ekosistem dapat diartikan sebagai kumpulan abiotik (benda mati) dan biotik (organisme hidup) yang terdapat pada suatu tempat dan saling berinteraksi antar satu sama lain. Komunitas dapat diartikan sebagai sekumpulan populasi yang meliputi berbagai macam spesies makhluk hidup. Populasi dapat diartikan sebagai individu dari spesies yang sama dan berkembang biak pada suatu tempat. Dan Individu dapat diartikan sebagai suatu unit makhluk hidup yang pada umumnya dapat berdiri-sendiri.

Iklim merupakan faktor abiotik yang didalamnya terdapat keadaan suhu, kelembaban dari udara dan angin yang memiliki pengaruh pada kelangsungan hidup makhluk hidup yang ada di permukaan bumi. Kelembaban udara pun akan berpengaruh pada tumbuhan dan angin akan sangat berguna untuk proses penyerbukan pada bunga tumbuhan serta iklim akan akan berpengaruh pada suatu wilayah yang akan menyebabkan jenis flora dan fauna pada wilayah tersebut berbeda-beda. Keadaan dari tekstur tanah dapat berpengaruh terhadap air tanah. 

Air memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan flora dan fauna khususnya bagi kelangsungan kehidupan makhluk hidup. Tinggi rendah permukaan bumi dapat mempengaruhi persebaran flora dan fauna. Faktor Biotik yakni makhluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan akan berpengaruh pada persebaran flora dan fauna. Terutama manusia dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologinya, manusia dapat melakukan persebaran tumbuhan dengan sangat cepat serta manusia juga dapat mempengaruhi kehidupan hewan pada suatu wilayah.


Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer_Bumi
https://en.wikipedia.org/wiki/Atmosphere_of_Earth
http://www.softilmu.com/2014/07/pengertian-dan-lapisan-atmosfer.html
http://www.tugassekolah.com/2016/02/pengertian-hidrosfer-unsur-dan-siklusnya.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Hydrosphere
https://id.wikipedia.org/wiki/Biosfer
http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/meteorologi/biosfer
http://www.pengertianku.net/2015/09/pengertian-biosfer-dan-contohnya.html

Previous
Next Post »
Thanks for your comment